Imam Bukhori-Muslim dalam kitab Sohihnya meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah ra : Rosululloh saw disihir sehingga seolah-olah beliau melakukan senggama dengan istri-istrinya yang sesungguhnya tidak melakukannya. Hal demikian merupakan sihir yang sangat.

Apakah tidak musyrik¬† meyakini jin bisa masuk ke dalam tubuh kita? Ibn Taimiyah menjelaskan dalam kitab Majmu Fatawa vol 24, hal 276 menjelaskan, para imam Ahlusunnah Waljama’ah sepakat bahwa jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia, lebih lanjut beliau menjelaskan, “Tidak seorangpun dari kalangan ulama Islam yang mengingkari adanya kemungkinan jin masuk ke dalam tubuh orang yang kesurupan dan yang tidak. Orang yang mengingkarinya dan mengklaim bahwa syari’at menganggap hal itu sebagai kebohongan, maka sesungguhnya dialah yang telah mendustakan syari’at agama.”

Kenapa jin bisa masuk dalam tubuh manusia? Jangankan kita manusia biasa, bila kita perhatikan QS.38:41, kejadian yang menimpa Nabi Ayyub yang diganggu dengan kepayahan dan siksaan dari syetan. Demikian juga Rosulullah saw, Imam Bukhori-Muslim dalam kitab Sohihnya meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah ra : Rosululloh saw disihir sehingga seolah-olah beliau melakukan senggama dengan istri-istrinya yang sesungguhnya tidak melakukannya. Hal demikian merupakan sihir yang sangat. Hal ini menunjukan bahwa hal itu terdapat dalam al-Quran dan Sunnah.

Namun secara umum, banyak terjadi dari dua faktor. Pertama dari Intenal, hal itu diakibatkan :

  • “Pagar-pagar penjaga rumah”, penangkal dari gangguan ghaib
  • Jimat-jimat, rajah yang digantungkan
  • Dalam bentuk benda-benda pusaka atau bertuah
  • Wirid atau dzikir yang tidak diajarkan Nabi saw, tidak ada dalil resmi.
  • Ilmu kadigdayan, kanoragan, susuk
  • kemaksiatan-kemaksiatan akibat melanggar larangan Allah dan rosulnya.

Hal tersebut akan dijadiakn terminal atau landasan jin agar mudah masuk kedalam tubuh kita yang selanjutnya mengintervensi akhlak dan tubuh kita.

Yang Kedua adalah dari External, seperti :

  • Pelet, guna-guna, teluh, hipnotis
  • ‘Ainul Hasad (pandangan jahat) atau nafsul hasad (jiwa yang jahat) dari manusia dan jin.
  • Keluarga / orangtua berbuat musyrik.

Ciri-ciri orang yang terkena gangguan jin. Ini disimpulkan dari pengalaman orang-orang yang positif terkena gangguan jin, seperti :

1. FISIK

  • Pusing-pusing sebagian atau keseluruhan, leher berat atau kaku
  • bahu pundak berat / pegal
  • Nyeri atau panas di bagian tertentu atau di jam-jam tertentu
  • sakit pada perut / ulu hati
  • dada sesak atau panas
  • makan-minum berlebihan
  • memiliki kekuatan fisik yang diluar kemampuan umumnya manusia
  • sakit yang berpindah-pindah

2. PSIKIS

  • Mudah marah / tersinggung
  • bingung, sulit konsentrasi
  • sering mimpi yang menakutkan
  • sering mimpi binatang buas
  • mud tidak stabil
  • sulit tidur, banyak tidur
  • merasa ada bisikan-bisikan dihati atau ditelinga
  • selalu merasa ada yang mengikuti

3. IBADAH

  • Sering lupa jumlah raka’at shalat
  • terasa berat atau mengantuk ketika dzikir, baca al-quran atau ketika dalam pengajian
  • sering sulit bangun pagi/shubuh
  • sering tidak yakin / lupa ketika wudlu

4. AKTIVITAS SOSIAL

  • “terhalang” rizkinya QS 2:268
  • “terhalang” jodohnya QS 2:120
  • dijauhi/dibenci rekan-rekan, dsb.

Ruqyah sebagai solusi.

Ruqyah itu terbagi dua : Ruqyah Syirkiyyah, yang mengandung unsur-unsur musyrik seperti memakai jimat, kemenyan, bantuan jin, dan menyebut nama selain Allah. Dan Ruqyah Syar’iyyah yaitu ruqyah yang tidak mengandung unsur musyrik dan dicontohkan oleh Rosululloh saw.

Oleh karena itu Imam Ash Suyuthi menjelaskan bahwa para ulama sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat yaitu :

  1. Ruqyah dengan Quran atau nama-nama Allah dan sifat-sifatNya.
  2. Dengan bahasa Arab atau bahasa yang difahami maknanya.
  3. Berkeyakinan bahwa sesungguhnya ruqyah itu tidak berfaidah secara langsung, akan tetapi semua itu terjadi karena taqdir Allah ta’ala.

Namun ruqyah tidak sekedar untuk gangguan non fisik namun juga untuk fisik, seperti sahabat pernah meruqyah yang gila hingga ia sembuh. Ini dibuktikan ketika Rosululloh saw meruqyah dengan menyimpan telapak tangannya ditempat yang sakit dan membaca : “Allahumma Robbannas Adzhibil Ba’sa, Isyfi wa anta syaafi laa syifaan illa syifa uka, syifaan laa yughodiru tsaqoma. Hadits tersebut menjelaskan bahwa ruqyah tidak hanya untuk gangguan jin.

Wallahu a’lam bishowab.

Click to open larger map

Anda Pengunjung Ke


Hit Counter provided by Curio cabinets
Live Chat

Twitter

Badge