Mual, perut nyeri, perih, kembung dan sesak di ulu hati, begah/ sebah, jantung berdebar, pundak pegal-pegal kerongkongan dan lidah pahit, mudah mual dan muntah, dada terasa panas atau terbakar, mudah pusing…

Inilah diantara tanda-tanda adanya gangguan lambung sebagai terminal utama pencernaan setelah dilumat di mulut. Gangguan atau keluhan lambung ini akrab disapa dengan sakit Maag atau dalam istilah arab disebut juga Qurhah dan orang barat menyebutnya ulcer atau gratisis. adapun kata maag sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti Lambung.

Hampir semua orang pernah mengalami keluhan lambung, bahkan Qurhah ini disebut juga dengan penyakit wanita, karena menurut statistik lebih dari 60 persesn penderitanya adalah kaum hawa. Bila lambung terserang, biasanya seseorang berusaha mencari obat-obatan yang mampu meredakan dengan cepat agar bisa makan enak dan tidur nyenyak.

Tidak sedikit yang khawatir dengan serangan maag, karena kadang serangannya dadakan. akibatnya para penderitanya banyak menahan diri terhadap minuman atau makanan tertentu pemicu maag dalam jangka waktu yang lama. Pada gilirannya penderita maag kerap dihadapkan masalah tidak bisa makan yang enak.

Secara umum maag dipahami merupakan gangguan pada lapisan (dinding) lambung yang mengeluarkan berbagai cairan penting diantaranya enzim, asam lambung dan hormon untuk menggerus apasaja yang masuk. Ancaman gangguan tersebut cukup merepotkan bila lapisan lambung sudah terluka. Terjadinya luka lapisan dinding lambung sangat mungkin bila produksi asam lambung berlebih yang berpotensi merusak lapisan tersebut. Luka pada lapisan dan naiknya asam lambung inilah yang menimbulkan rasa sakit, mual, perih, demam, lidah putih, amandel, dan lainnya,

MAAG

Qurhah ini juga bisa dimaknai menurunnya daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh komponen organ di lambung yang berdampak pada melemahnya kemampuan organ pencernaan tersebut, sehingga tak mampu bekerja maksimal mencerna dan mengolah makanan. Sementara asam lambung yang diproduksi dan terus “berjuang” bisa bergerak “liar” terutama bila asupan makanan da air tak seimbang. Pada gilirannya kekuatan asamnya bisa mengoyak atau melukai lapisan-lapisan lambung. Penurunan daya tahan atau kemampuan lambung ini sangat mungkin dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya buruknya pola makan atau stress.

Tidak sedikit penderita maag yang menderita komplikasi penyakit atau bertambahnya keluhan setelah rajin menelan atau minum obat-obatan “warung”, diantaranya badan lemah, kurang darah, gangguan jantung, liver dan lainnya. Bahkan tidak sedikit penderitnya meninggal karena peradangan semakin parah, luka di lambung makin dalam sampai pendarahan, atau menjadi tumor, kanker lambung dan ragam keluhan mengerikan lainnya.

Madu

Cara terapi dengan hanya mengendalikan rasa sakit dalam waktu sekejap, namun tetap hidup dalam “teror” maag dengan segala dampak dan konsekuensinya, sesungguhnya bukanlah suatu keputusan yang bijak. Bagi mereka yang arif, tentu akan berupaya mengobati deritanya dari sumbernya, sehingga lambung dan pencernaanya benar-benar sehat, kuat dan tidak banyak berpantang.

Diantara obat andalannya adalah madu. Madu berfungsi membuka simpul-simpul pembuluh darah dan membersihkan kotorannya. Madu juga berfungsi menyingkirkan kotoran yang terkumpul di lambung dan usus. Madu bisa diminum langsung 2-3 sendok teh 3-5 kali sehari. bisa dicampur air sari parutan kunyit. Bila keluhan maag cukup berat/akut, bisa minum 3 sendok minyak zaitun ditambah minyak habbatussauda dalam keadaan perut kosong.
Wallahu A’alam

Click to open larger map

Anda Pengunjung Ke


Hit Counter provided by Curio cabinets